Breaking News

Lapas Ternate Periksa Ponsel Pegawai, Larangan Judi Online Dipertegas

TERNATE — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ternate memperketat pengawasan internal terhadap jajaran pegawai. Langkah tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel pagi yang dirangkaikan pemeriksaan telepon seluler milik pegawai, Selasa (8/9).

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, yang menegaskan kembali larangan bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk menggunakan maupun terlibat dalam aktivitas judi online.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif untuk memastikan perangkat komunikasi yang digunakan pegawai tidak memuat aplikasi ataupun aktivitas yang berkaitan dengan perjudian daring.

Bagi Lapas Ternate, pengawasan terhadap penggunaan perangkat pribadi bukan semata-mata pemeriksaan administratif. Kebijakan itu juga diarahkan untuk memperkuat integritas aparatur, kedisiplinan, serta profesionalisme dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.

Kepala Lapas Ternate, Faozul Ansori, menegaskan bahwa setiap pegawai memiliki tanggung jawab menjaga nama baik sekaligus kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan.

Ia mengingatkan agar tidak ada pegawai yang mencoba mendekati ataupun terlibat dalam praktik judi online dalam bentuk apa pun.

“Saya mengingatkan seluruh jajaran untuk menjauhi judi online dalam bentuk apa pun. Jangan sampai aktivitas yang tidak sesuai dengan ketentuan mengganggu pelaksanaan tugas dan merusak kepercayaan yang telah diberikan kepada kita,” tegas Faozul Ansori.

Menurutnya, integritas pegawai menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kualitas pelayanan dan keamanan di lingkungan lembaga pemasyarakatan. Karena itu, setiap bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu kedinasan harus dicegah sejak dini.

Senada, Kasubbag Tata Usaha Lapas Ternate, Taufik Hadinoto, menekankan pentingnya kepatuhan seluruh pegawai terhadap ketentuan dan arahan yang telah ditetapkan.

Ia menilai pengawasan secara berkala diperlukan bukan hanya untuk menemukan potensi pelanggaran, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa setiap pegawai memiliki kewajiban menjaga lingkungan kerja yang sehat dan profesional.

“Mari bersama-sama menjaga lingkungan kerja yang sehat dan profesional dengan menghindari judi online maupun aktivitas lain yang dapat berdampak terhadap kedinasan,” ujar Taufik.

Pemeriksaan telepon seluler tersebut sekaligus menjadi pesan tegas bahwa pemberantasan judi online tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga harus dimulai dari internal aparatur negara.

Melalui pengawasan dan langkah pencegahan yang dilakukan secara konsisten, Lapas Kelas IIA Ternate berupaya memastikan jajarannya tetap berada dalam koridor disiplin, integritas, dan profesionalisme.

Sumber: Lapas Kelas IIA Ternate.

0 Komentar

Iklan

Type and hit Enter to search

Close